TAMPILAN BEDA
PELANTIKAN ORMAWA FIK
Minggu, 6 Maret 2016 di
Auditorium Djazman telah terlaksana satu
acara yang diketuai oleh Satroda Muryanto. mahasiswa Fisioterapi 2013. Selaku
ketua panitia pelantikan pengurus organisasi mahasiswa 2016 Satroda mengatakan
tujuan dari diadakannya pelantikan pengurus organisasi mahasiswa ini adalah untuk
meresmikan kepengurusan organisasi mahasiswa di FIK, yang kedua yaitu untuk
menggugah semangat berorganisasi. Perbedaan yang sangat mencolok antara pelantikan
tahun ini dengan tahun lalu yaitu adanya launching bendera keluarga mahasiswa (
KAMA) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Adapun tujuan dari bendera kama fik
sebagai simbolik lambang pemersatu elemen kama FIK .
Acara
ini mengusung tema “ Penguatan Jiwa Berorganisasi Pengurus KAMA FIK UMS” yang diikuti oleh 200
mahasiswa/i pengurus KAMA FIK. “Makna dari tema ini adalah agar tidak mudah
loyo dalam berorganisasi dan peka dalam menghadapi tantangan”, tutur ketua panitia.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diawali dengan sambutan oleh ketua panitia,
Satroda Muryanto dan dilanjutkan oleh Gubernur FIK 2016 yakni Dian Lukman
Hakim dan Dekan FIK yaiu Bapak Suwadji .
Acara selanjutnya adalah materi ‘administrasi’ yang disampaikan oleh Totok
Hernawan Gubernur FIK 2015. Dan dilanjutkan dengan materi ‘Motivasi
Berorganisasi’ oleh Abd Ghofur Kementerian POP BEM Universitas tahun 2015-2016
. Selanjutnya dilaksanakan pelantikan seluruh ketua HMP dan LPM FIK, HMP DIII
Keperawatan diketuai oleh Intan Prasetyowati dengan wakil Muhamad Hanif Faruq,
HMP Fisioterapi diketuai oleh Mus’ab Faza dengan wakil Septyandi Ramadhan, HMP
S1 Keperawatan oleh Irfan Fauzi dengan wakil M. Miftahul Ulum S.A . HMP
Kesehatan Masyarakat oleh M. Afrizal Razak dengan wakil Liana Ramadhani S., HMP
Gizi oleh Dimas Ari Andhika dengan wakil Ulfah Rosyidah, UPPM oleh Syahri
Ramadhani, dan LPM Ibnu Sina oleh Tiwi Numprapi dengan wakil Umi Fadhilatul Khoiriyah.
Kemudian dilanjutkan acara pelantikan seluruh pengurus HMP, LPM, dan UPPM.
Acara
tanpa kendala adalah suatu yang tidak mungkin, begitu juga dengan acara
pelantikan organisasi mahasiswa ini. Namun dengan adanya kendala itulah yang
dapat dijadikan pembelajaran untuk acara kedepannya. “Dana merupakan kendala
yang utama dalam pengadaan acara ini.
Mengapa? Karena persiapan yang sangat mepet pengajuan dana ke atas pun juga
ikut terhambat, maka dana yang
seharusnya cair sebelum hari H pun malah cair setelah pelantikannya, tepatnya
H+1, sehingga dana yang digunakan untuk pelaksanaan ini menggunakan dana dari kas
BEM”, tutur ketua panitia. Dari hal tersebut dapat kita ambil pelajaran perlu
adanya pembelajaran administrasi agar tidak terjadi hal serupa. Selain itu,
kendala yang lainnya yaitu banyak panitia yang sedang sobron.
Harapan
ketua panitia, untuk acara pelantikan tahun depan adalah adanya inovasi-inovasi
baru dengan melibatkan seluruh keluarga mahasiswa ( HMP, UPPM, LPM ) bukan hanya anggota BEM dalam penyusun
ide-ide baru . (Amanatul M.)










