Untuk
adikku Angeline yang telah bahagia di surgaNya. Entah dari mana ingin aku mulai
surat ini sayang. Entah kepada siapa pula dapat kuberikan surat ini agar dapat
sampai padamu. Terlalu banyak aku bertanya hingga aku takut tak ada satupun
jawaban yang ku dapatkan. Jadi ku putuskan untuk menulis saja semua apa yang
terasa. Aku tahu kita tak pernah saling kenal, namamupun baru ku kenal setelah
semua tragedi pilu ini. Aku selalu berandai-andai, andai engkau adalah adikku,
andai engkau ada dihadapanku, andai kau ada dalam pelukanku, andai… andai... Ahh,
semua angan-angan ini semakin menambah duka di hatiku sayang.
Semua
berawal dari media yang mengabarkan kehilanganmu. Semua foto wajahmu yang
sungguh aku akui bak malaikat kecil itu menghiasi layar kaca. Sepintas aku
harap, semoga kau segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja tanpa
kekurangan apapun. Waktu berjalan begitu lambat bagi kami yang khawatir padamu,
yang tak lelah mencarimu. Tentu saja keluargamu yang paling khawatir pada
keadaanmu, tak kurang keyakinanku tentang hal ini. Akhinya kau ditemukan, tidur
lelap bersama sebuah boneka dalam pelukanmu. Tapi pedihnya hati ini tiba-tiba
merongrong nuraniku. Kau tidak tidur dalam lelap sementara, tapi pergi untuk
selamanya. Apa yang terjadi? Hatiku meronta bertanya. Bagaimana bisa dia pergi?
Bagaimana bisa cerita menyedihkan ini terjadi padanya? Siapa yang tega
melakukanya? Siapa? Aku menuntut jawaban untuk semua ketidakadilan ini. Ya
Tuhan, aku menyebut namaNya, bertanya padaNya mengapa. Kau terlalu muda adikku,
bahkan saat aku seumurmu aku hanya tahu bahagia. Tapi dunia memang tak pernah
punya belas kasih. Ku bayangkan kau ketakutan meringkuk di hadapan para bedebah
itu. Ku bayangkan suaramu memohon pertolongan, kubayangkan semua hal buruk itu
terjadi padamu, hingga aku tak sanggup lagi membayangkannya.
Adakah
itu sakit adikku? Adakah orang-orang yang melakukannya kau kenal? Ahh entahlah,
aku berharap kau tak pernah mengenalnya, agar lukamu tak semakin menganga. Kau
ditemukan terkubur dibelakang bersama bonekamu, itu kata mereka. Aku tidak
menangis saat itu, karna aku tak ingin percaya pada media yang ku harap
berbohong. Tapi ketika semua menjadi terang, benarlah adanya kau pergi dengan
kisah memilukan ini. Aku tak percaya ada manusia yang tega melakukan semua ini
padamu. Hatiku rasanya tercabik-cabik mendengar setiap kabar tentangmu. Bagaimana
kau meninggal, bagian mana saja yang terluka, bagaimana posisimu saat
ditemukan, bagaimana kisahmu yang lalu, bagaimana lucunya dirimu, dan ribuan foto
manismu di semua media masa.
Aku
tahu bukan hanya aku yang berduka, semua nurani pun berduka atas kematianmu
yang terlalu muda untuk ada dalam kisah nyata. Dalam sujud aku berdoa, keadilan
itu akan datang untukmu. Orang-orang yang tega melakukan ini padamu akan
mendapatkan hukuman yang setimpal untuk semua rasa sakitmu. Akupun berharap
keluargamu yang berduka juga Tuhan berikan ketabahan. Ya Tuhan, kabar itu
kembali memukul telak ulu hatiku ketika jawaban doaku dikabulkan. Pelaku pembunuhamu
tertangkap. Tak berkedip mataku memastikan ini benar, kugunakan kedua telingaku
di setiap gelombang yang merambat sampaikan pesan tak kusangka ini. Pelakunya
adalah orang-orang yang kau kenal, orang-orang yang kau cintai dan kau pikir
mencintaimu juga. Pelakunya keluargamu sendiri sayang. Ya Tuhan, kembali aku
menyebut namaMu mencoba memahami kesedihan atas ketidakberdayaan ini. Aku benci
selalu hanya bisa bertanya sayang, tapi hanya itu yang bisa ku lakukan.
Pedihnya atas kenyataan ini menyadarkan banyak orang atas penderitaanmu selama
ini. Ketidakmungkinan yang bertubi-tubi datang menghampiri kami orang dewasa.
Ketika kami telah merasa sempurna tapi ternyata di atas penderitaan malaikat
kecil sepertimu. Mungkin ada ribuan malaikat kecil sepertimu di luar sana
adikku. Mereka yang tak terjamah oleh tangan, tak terlihat oleh mata. Aku hanya
bisa berharap Tuhan tunjukan jalan kebaikan itu pada mereka.
Rasanya tak sanggup
lagi aku teruskan surat ini adikku. Karna setiap kalimat yang ku coba torehkan
takkan mampu jelaskan apa-apa. Tapi demimu aku ingin membuka mata semua orang
dewasa, bahwa kalian malaikat kecil yang tak berdaya berhak hidup dan bahagia.
Aku berharap dengan kisahmu banyak orang dewasa menghidupkan kembali hati
mereka yang tlah mati karna dunia ini. Semoga keegoisan dan keserakahan itu
akan segera memudar dari hati-hati manusia lemah ini. Agar tak ada cerita pilu
lagi dari adik-adikku yang lain. Agar tak ada surat-surat seperti ini lagi perlu
disampaikan ke langit bersama air mata.
Aku coba yakinkan hati bahwa kau
pasti telah bahagia dalam pelukanNya yang takkan pernah menyakitimu. Kau pasti
dapat tersenyum bersama cinta yang mencintaimu dalam keabadian. Lupakanlah
semua luka yang telah kau lewati selama ini sayang. Berbahagialah disana. Kami menjanjikan
disini sayangku, takan pernah ada malaikat kecil yang akan membawa duka lagi ke
langit. Kami mencintaimu sayangku, Angeline.
Selamat jalan sayang
Lewat doa aku akan
memelukmu
Salam sepenuh cinta
dariku
Kakakmu yang tak mampu
berbuat banyak
By LK







0 komentar:
Posting Komentar