Minggu, 14 Juni 2015

Surat Kecil untuk Angeline



Untuk adikku Angeline yang telah bahagia di surgaNya. Entah dari mana ingin aku mulai surat ini sayang. Entah kepada siapa pula dapat kuberikan surat ini agar dapat sampai padamu. Terlalu banyak aku bertanya hingga aku takut tak ada satupun jawaban yang ku dapatkan. Jadi ku putuskan untuk menulis saja semua apa yang terasa. Aku tahu kita tak pernah saling kenal, namamupun baru ku kenal setelah semua tragedi pilu ini. Aku selalu berandai-andai, andai engkau adalah adikku, andai engkau ada dihadapanku, andai kau ada dalam pelukanku, andai… andai... Ahh, semua angan-angan ini semakin menambah duka di hatiku sayang.
Semua berawal dari media yang mengabarkan kehilanganmu. Semua foto wajahmu yang sungguh aku akui bak malaikat kecil itu menghiasi layar kaca. Sepintas aku harap, semoga kau segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan apapun. Waktu berjalan begitu lambat bagi kami yang khawatir padamu, yang tak lelah mencarimu. Tentu saja keluargamu yang paling khawatir pada keadaanmu, tak kurang keyakinanku tentang hal ini. Akhinya kau ditemukan, tidur lelap bersama sebuah boneka dalam pelukanmu. Tapi pedihnya hati ini tiba-tiba merongrong nuraniku. Kau tidak tidur dalam lelap sementara, tapi pergi untuk selamanya. Apa yang terjadi? Hatiku meronta bertanya. Bagaimana bisa dia pergi? Bagaimana bisa cerita menyedihkan ini terjadi padanya? Siapa yang tega melakukanya? Siapa? Aku menuntut jawaban untuk semua ketidakadilan ini. Ya Tuhan, aku menyebut namaNya, bertanya padaNya mengapa. Kau terlalu muda adikku, bahkan saat aku seumurmu aku hanya tahu bahagia. Tapi dunia memang tak pernah punya belas kasih. Ku bayangkan kau ketakutan meringkuk di hadapan para bedebah itu. Ku bayangkan suaramu memohon pertolongan, kubayangkan semua hal buruk itu terjadi padamu, hingga aku tak sanggup lagi membayangkannya.
Adakah itu sakit adikku? Adakah orang-orang yang melakukannya kau kenal? Ahh entahlah, aku berharap kau tak pernah mengenalnya, agar lukamu tak semakin menganga. Kau ditemukan terkubur dibelakang bersama bonekamu, itu kata mereka. Aku tidak menangis saat itu, karna aku tak ingin percaya pada media yang ku harap berbohong. Tapi ketika semua menjadi terang, benarlah adanya kau pergi dengan kisah memilukan ini. Aku tak percaya ada manusia yang tega melakukan semua ini padamu. Hatiku rasanya tercabik-cabik mendengar setiap kabar tentangmu. Bagaimana kau meninggal, bagian mana saja yang terluka, bagaimana posisimu saat ditemukan, bagaimana kisahmu yang lalu, bagaimana lucunya dirimu, dan ribuan foto manismu di semua media masa.
Aku tahu bukan hanya aku yang berduka, semua nurani pun berduka atas kematianmu yang terlalu muda untuk ada dalam kisah nyata. Dalam sujud aku berdoa, keadilan itu akan datang untukmu. Orang-orang yang tega melakukan ini padamu akan mendapatkan hukuman yang setimpal untuk semua rasa sakitmu. Akupun berharap keluargamu yang berduka juga Tuhan berikan ketabahan. Ya Tuhan, kabar itu kembali memukul telak ulu hatiku ketika jawaban doaku dikabulkan. Pelaku pembunuhamu tertangkap. Tak berkedip mataku memastikan ini benar, kugunakan kedua telingaku di setiap gelombang yang merambat sampaikan pesan tak kusangka ini. Pelakunya adalah orang-orang yang kau kenal, orang-orang yang kau cintai dan kau pikir mencintaimu juga. Pelakunya keluargamu sendiri sayang. Ya Tuhan, kembali aku menyebut namaMu mencoba memahami kesedihan atas ketidakberdayaan ini. Aku benci selalu hanya bisa bertanya sayang, tapi hanya itu yang bisa ku lakukan. Pedihnya atas kenyataan ini menyadarkan banyak orang atas penderitaanmu selama ini. Ketidakmungkinan yang bertubi-tubi datang menghampiri kami orang dewasa. Ketika kami telah merasa sempurna tapi ternyata di atas penderitaan malaikat kecil sepertimu. Mungkin ada ribuan malaikat kecil sepertimu di luar sana adikku. Mereka yang tak terjamah oleh tangan, tak terlihat oleh mata. Aku hanya bisa berharap Tuhan tunjukan jalan kebaikan itu pada mereka.
Rasanya tak sanggup lagi aku teruskan surat ini adikku. Karna setiap kalimat yang ku coba torehkan takkan mampu jelaskan apa-apa. Tapi demimu aku ingin membuka mata semua orang dewasa, bahwa kalian malaikat kecil yang tak berdaya berhak hidup dan bahagia. Aku berharap dengan kisahmu banyak orang dewasa menghidupkan kembali hati mereka yang tlah mati karna dunia ini. Semoga keegoisan dan keserakahan itu akan segera memudar dari hati-hati manusia lemah ini. Agar tak ada cerita pilu lagi dari adik-adikku yang lain. Agar tak ada surat-surat seperti ini lagi perlu disampaikan ke langit bersama air mata.
Aku coba yakinkan hati bahwa kau pasti telah bahagia dalam pelukanNya yang takkan pernah menyakitimu. Kau pasti dapat tersenyum bersama cinta yang mencintaimu dalam keabadian. Lupakanlah semua luka yang telah kau lewati selama ini sayang. Berbahagialah disana. Kami menjanjikan disini sayangku, takan pernah ada malaikat kecil yang akan membawa duka lagi ke langit. Kami mencintaimu sayangku, Angeline.

Selamat jalan sayang
Lewat doa aku akan memelukmu
Salam sepenuh cinta dariku
Kakakmu yang tak mampu berbuat banyak
 By LK

0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com