![]() |
| Materi yang disampaikan pembicara dari PMI |
Minggu, 14 Juni
2015 Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau sering kita dengar dengan
sebutan UPPM telah mengadakan kegiatan pelatihan tim kesehatan (timkes). Acara ini
merupakan ageda rutin yang selalu diadakan setiap tahunnya untuk persiapan
menjadi timkes pada saat penyambutan mahasiswa baru atau kita kenal dengan PPA.
Acara ini mengundang PMI cabang kota Surakarta sebagai pembicara sekaligus
melatih para peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini diikuti
oleh peserta yang berasal dari semua BEM fakultas Universitas Muhammadiyah
Surakarta yang masing-masing diwajibkan mengirim delegasinya minimal 3 orang.
Acara ini
dimulai pukul 08.00 di gedung D FIK ruang 1.1 dan 1.2, diisi dengan pemberian
materi dari PMI tentang bagaimana penanganan yang sering terjadi pada saat PPA
seperti misalnya pertolongan pertama saat ada seseorang yang cedera ataupun pingsan.
Setelah pemberian materi acara dilanjutkan dengan praktek langsung atau
simulasi. Ketika simulasi, dibagi tiga kelompok yang setiap kelompoknya memiiki
penanganan kasus yang berbeda-beda seperti penanganan pada orang pingsan, patah
tulang, dan juga bagaimana memberikan nafas buatan. Para peserta terlihat
antusias mengikuti rangkaian acara yang sedang berlangsung.
![]() |
|
simulasi
penanganan patah tulang di tangan dan kaki
|
Diharapkan dari
diadakannya pelatihan ini, para delegasi atau perwakilan yang telah mengikuti pelatihan dapat menyalurkan
ilmunya kepada teman-teman yang lain di fakultasnya masing-masing. Ketua
panitia, Ulima Fadillah Larasati mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat juga
mengatakan harapannya, “diharapkan
dengan diadakannya pelatihan ini, ketika PPA berlangsung, fakultas-fakultas
lain tidak selalu bergantung pada timkes Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) saja”.
Salah satu
peserta, Liyana Ilmiyati mahasiswa Ilmu Gizi semester 4 mengatakan pendapatnya
setelah mengikuti pelatihan ini, “ Dapat ilmu baru, bagus buat pengetahuan kita,
soalnya terkadang kita cuma tahu teorinya saja tapi belum tahu prakteknya.
Kalau disini kita juga diberi kesempatan untuk mempraktekkan langsung”. Liyana
juga mengatakan harapannya, “supaya temen-teman yang sudah mengikuti pelatihan
tadi, ilmunya tidak begitu saja dibuang tetapi bisa dibagi dan diamalkan di
kehidupan sehari-sehari jika sewaktu-waktu ada kecelakaan”. (red: Meida)








0 komentar:
Posting Komentar