Ku Raih Ridho-Nya
Arliya binti Husein itulah namanya.
29 Agustus 2015 memasuki usia 15 tahun. Sekolah di Insan Cendekia Islam
Terpadu. Riang, ceria, kadang crewet, kadang pendiem, dan gak pernah ngeluh,
itulah sosok Arli yang dikenal teman-temannya. Dan yang tak diragukan lagi
adalah hafalan Al-Qur’annya. Hingga saat ini dia mampu bertahan diperingkat
pertama diantara teman-temannya di SMA-IT Insan Cendekia, 15 Juz Al-Qur’an.
Murid kesayangan ustadz, ustadzah, dan teman-temannya. Dia aktif berorganisasi
di OSIS dan pramuka. Anggota OSIS adalah orang-orang pilihan, terkenal pintar
akademik, non-akademik, pandai membagi waktu, dan hafalan Al-Qur’an minimal 2
juz. Itulah kriteria yang telah ditetapkan kepala sekolah SMA-IT Insan
Cendekia, Ustadz MUjion atau biasa dipanggila dengan sebutan ustadz Jio.
“Assalamu’alaikum Arli !” Sapa
ustadzah Mia
“Wa’alaikumussalam us !” Jawab Arli
“ Ar, gimana persiapan acara yang
diadakan oleh bidang keagamaan?”
“Alhamdulillah
Us, delapan puluh persen sudah beres. Ini saya ana dan Retno akan pergi ke
tempat percetakan MMT, Insha Allah
rencananya MMT akan dipasang sore ini oleh ikhwan.”
“Alhamdulillah
kalau begitu, Oh iya untuk pembicaranya Ustadz Fathi Robbani?”
“Iya
Us, baru saja beliau kemarin menyanggupi sebagai pembicara di acara kita.”
“Oh
gitu?! UNtuk penginapannya dimana?”
“
Untuk penginapannya kita sudah memesan di hotel Al-Azhar, yang tidak begiu jauh
dari sekolah kita dan biayanya juga terjangkau dengan fasilitas yang memadai.”
“Alhamdulillah
semua berjalan dengan lancer dan persiapan juga hampir selesai mengingat
acranya kurang satu minggu lagi.”
“
Iya Us, Alhamdulillah.” Ujar Arli sambul tersenyum kepada Ustadzah Mia
“
Kalau begitu saya ke ruang guru dulu yaa..!!”
“
Iya Us, silahkan!”
SMA_IT
Insan Cendekia akan mengadakan bedah buku “Surga Siap Menyamburtmu” . Fathi
Robbani adalah penulis buku tersebut yang sekaligus akan mengisi sebagai
pembicara . Seorang ustadz ternama di Kota Banyuwangi yang pernah mengenyam
bangku pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putra I di Ponorogo.
Pondok pesantern yang sangat terkenal di seantero nusantara, bahkan cabangnya
sudah sampai ke luar negeri, Jepang, Turki, dan Mesir. Beliau masi muda, namun
untuk ilmu, wawasan, pengalaman sudah tidak diragukan lagi. Pembawaanya tenang,
tegas, dan penuh wibawa. Parasnya yang tampan membuat gadis yang melihatnya tak
sanggup tuk mengedipkan mata. Terlalu lebay mungkin, namun itulah adanya.
*
Disebuah kamar hotel, seorang pemuda
bersama istrinya tengah tidur pulas. Mereka terlihat sangat menikmati
istirahatnya. Pemuda itu baru mengesahkan nya menjadi pendamaping hidupnya
tujuh hari yang lalu. Sekarang ia tengah berada di kota kelahirannya,
Banyuwangi. Tepatnya di hotel Al-Azhar dekat dengan sekolah SMA_IT Insan
Cendekia, Tempatnya mengisi acara hari ini, tepat pada tanggal dua puluh tujuh
April. Kenyamanan yang dirasakannya membuatnya malas untuk bangun dari
tidurnya. Namun, bisikan setan di dalam diri Fathi Robbani tak mempan. Dia
langsung membangunkan istrinya untuk sholat Tahajjud bareng.
Bersambung......!!!!!







0 komentar:
Posting Komentar