Oleh: Amanatul Mu’atifa
Ayah,
Di waktu kecilku,
kau selalu antarkanku
ke sekolah
Kau bonceng aku
dengan sepedah tuamu
Kau kayuh sepedamu
dengan senyum dibibirmu
Lelah tak kau
rasa
Demi mengantar
anakmu tercinta
Sepeda tuamu telah
mengantar kita keliling dunia
Pergi ke pasar, pergi ke
sawah
Pergi ke warung, bahkan
ke alun-alun kota
Kau selalu tak menghiraukan
rasa lelahmu
Yang terpenting bagimu adalah kebahagiaan anak-
anakmu
Ayah, maaf ku
telah merampas senyummu
Maaf atas semua
kebandelanku
Maaf atas semua
kenakalanku
Maaf atas semua
perhatian yang kulebihkan pada ibu
Maaf ku belum
dapat memenuhi harapanmu padaku
Maaf atas semua
rasa kecewa yang telah ku ciptakan untukmu
Ayah, ku berjanji untuk
menghilangkan bandel dan nakalku
Ayah, ku berjanji untuk
lebih memperhatikanmu
Ayah, ku berjanji untuk
memenuhi harapanmu padaku
Karena, Aku sadar ‘
setiap anak adalah harapan dari orang tuanya’
Ku kan mengembalikan
senyummu Ayah!






0 komentar:
Posting Komentar