Senin, 17 November 2014

Ketika Hidup Harus Memilih



Oleh : Siti Aisyah Fitria A

Ketika kau dihadapkan pada suatu pilihan, akan berjalan atau terhenti? Memilih maju atau mundur? Ketika kau dihadapkan pada suatu dilema yang kau tak tau sendiri dimana letak salah dan benarnya? Dimana jalan terbaik dan terburuknya? Semua terasa seperti lingkaran yang tak pernah berujung. Keteguhan hatilah yang akan menjadi teman setia ketika otak sudah tak mampu lagi untuk melaksanakan tugasnya.

Dunia ini memang sulit untuk ditebak, kadangkala kita merasa itulah hal terbaik untuk kita kejar sementara semesta tak mendukung? Mau tak mau, suka tidak suka kita harus menempuh jalan yang diarahkan oleh semesta.

Sementara, kadangkala kita berpikir itu bukan merupakan hal yang baik untuk kita bahkan kita sangat membencinya, ternyata seluruh atom-atom yang berada di sekitar kita  mengarahkan kita untuk menempuh jalan itu, maka apa boleh buat?

Ada rahasia alam yang kau sendiri tak pernah tau sebelum kau lewati alurnya yang secara perlahan akan mengungkap tabir kerahasiaannya, yang ternyata ketika kau tau, kau baru merasa bahwa memang itulah jalan yang terbaik yang bahkan akan menjadi sesuatu yang kau tak pernah duga sebelumnya.

Misteri memang, tapi begitulah cara Tuhan membuat skenario dalam hidup ini. Andai saja semua yang kita mau terpenuhi dan semua yang kita tidak sukai tidak terjadi maka tak pernah ada kata gigih, kerja keras, susah payah, mati-matian atau apalah itu dalam kamus hidup ini yang ada hanyalah kemalasan yang tiada batasnya dan semua akan terasa hambar karena semuanya dapat terpenuhi tanpa kita perlu mengusahakannya.

“Berlelah-lelahlah karena manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”

Ketika kita tak pernah tau berapa fajar lagi yang tersisa dalam pengembaraan ini, berapa botol tinta yang tersisa untuk melukis kanvas kehidupan, berapa waktu yang dibutuhkan untuk menghabisi air di lautan maka seorang bertanya,
“Kapan seorang mukmin itu beristirahat?” 
Imam Ahmad menjawab: “Ketika ia telah menginjakkan kakinya di syurga”.

“Begitu juga jika Muhammad berpikir sebagaimana engkau menalar tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti? Tapi Muhammad tahu kawan, ridho Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya, berat atau ringannya, bahagia atau deritanya, senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya. Ridho Allah terletak pada apakah kita menaati-Nya dalam menghadapi semua itu, apakah kita berjalan dengan menjaga perintah-Nya  atau larangan-Nya dalam semua ikhtiar yang kita lakukan?
Maka selama disitu engkau berjalan, bersemangatlah kawan”
(Salim A. Fillah)


Maka dari itu hidup ini adalah sebuah pilihan segeralah tentukan pilihanmu atau pilihanlah yang akan menentukan hidup


0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com