Oleh : Sobrina
Fitriyah Choirunnisa
Kalimat di atas aku dapatkan dalam sebuah seminar nasional “Muslim
Go International, Assalamu’alaykum World”, yang kebetulan salah satu
pembicaranya adalah Ahmad Fuadi, seorang penulis Best Seller trilogy
Negeri 5 Menara. Dan ini menjadi
cambukkan bagiku yang memulai langkah demi langkah kecil melakukan perubahan.
Sama seperti sebuah kalimat cambukkan lainnya yang berbunyi :
“Jika
ingin menjadi orang-orang yang luar biasa lakukan hal yang luar biasa bukan hal-hal
yang biasa “
Menjadi sesuatu yang luar biasa itu harus mengorbankan
hal-hal yang jauh lebih besar dari orang biasa. Berbeda itu belum tentu yang
terbaik, namun yang terbaik pastilah berbeda. Dari beberapa kalimat cambukkan
di atas akhirnya aku menyadari bahwa segala sesuatu yang kita inginkan
membutuhkan pengorbanan yang harus digadaikan juga. Ketika kita ingin menjadi
pembisnis maka kita harus mengorbankan uang jajan kita, mengorbankan waktu main
kita, dan banyak hal yang harus ditukarkan. Karena, kesuksesan itu tidak di
dapatkan secara gratis, harus ada nilai yang ditukar dengan sebuah kesuksesan.
Dari seminar nasional di atas, akhirnya aku menyimpulkan
bahwa merancang sebuah mimpi itu jangan setengah-setengah, jangan gantungakan
mimpi setinggi atap saja, namun gantungkan mimpi setinggi syurga, karena mimpi
yang setinggi-tingginya akan membuat kita berusaha sebaik-baiknya. Jangan berfikir
untuk menjadi sesuatu yang rata-rata, namun berfikirlah untuk menjadi sesuatu
yang di atas rata-rata.
Contoh :
Jika rata-rata anak membaca 1 jam, maka lebihkan rata-rata
anak tersebut hingga kita membaca 2 jam. Tapi jangan lebihkan rata-rata untuk
hal-hal yang sifatnya sia-sia, misalnya melebihkan rata-rata bermain yang
biasanya 2 jama menjadi 3 jam.
Karena kesuksesanmu akan terbentuk dari hasil kebiasaanmu.
Salam






0 komentar:
Posting Komentar