Oleh : Hilda Carella
BERBAKTI kepada keduanya merupakan perintah utama ajaran Islam. Allah Ta’ala
sampai mengulang-ulang perintah ini di dalam Al-Qur’an setelah perintah
mentauhidkan-Nya:
وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي
الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا
مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً
“Sembahlah Allah dan
janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah
kepada dua orang ibu-bapakmu.” (An-Nisa [4]: 36).
Semakin
dewasa maka semakin banyak pula tugas yang di amanahi pada kita. Namun jangan
sampai amnah itu membuat kita lalai akan mereka orang tua yang selama ini
merindukan dan menantikan kedatangan kita. Untuk teman-teman semua yang mungkin
tiap pulang kuliah tidak dapat bertemu dengan orang tuanya karna jarak yang
memisahkan dan pendidikan yang harus ditempuh menjadikan benteng besar untuk dapat
berjumpa langsung. Bagi yang bisa berjumpa langsung maka peluang besar kalian
untuk dapat berbakti kepada mereka. Pernahkah kita merenungkan wajah-wajah layu
mereka yang lelah bekerja demi anak-anaknya. Siang malam tak kenal waktu selalu
mencari nafkah karena perintah Sang Maha Pencipta, tapi mengapa kita belum
menyadari pengorbanan yang mereka lakukan bagi kita ? masih saja kah kita
bersenang-senang dengan pakaian yang sering kita beli, dengan gaya hidup mewah
dengan teman-teman, pergi ke mall dengan tujuan strata sosial lux, gaya hidup
mewah anak muda jaman sekarang ?, seharusnya kita mampu merasakan jerih payah
mereka dengan belajar giat, tidak malah menyia-nyiakan kepercayaan mereka.
Apalagi kita jarang sekali menyapa mereka karna kesibukan kita baik urusan
pribadi, kuliah ataupun organisasi. Padahal kita bisa membuat jadwal minimal
sehari sekali tiap malam menelfon atau sms mereka. Dan yang terpenting adalah
mendoakan mereka setiap usai solat. Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan
mereka kesehatan.
Ayah Ibu mungkin kami belum dapat membalas
semua yang telah kalian curahkan selama ini pada kami, kasih sayang dan materi.
Hingga kapan pun dan sebanyak apapun yang kami berikan pada kalian tidak
mungkin mampu membayar apa yang telah kalian berikan, bahkan setetes pun tak
dapat. Untuk itu mulai detik ini niat kan dalam hati bahwa kita akan berbakti
pada mereka. Kita tentu lebih mengetahui cara berbakti pada orang tua kita
masing-masing, bisa dengan beragam cara asalkan tidak melanggar aturan dan
perintah Allah SWT.
Keutamaan Berbakti Kepada
Orangtua
Bukhari dan Muslim
meriwayatkan, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhupernahbertanya kepada
Rasulullah tentang perbuatan apa yang paling disenangi oleh Allah.
Beliau menjawab, “Berbakti
kepada kedua ibu bapak.”
Lalu dia bertanya kembali,
“Kemudian apalagi ya Rasulullah.”
Beliau menjawab, “Berjuang di
jalan Allah.”
Artinya, siapa berbakti kepada
Orangtuanya dengan sebaik-baiknya, maka jelas surga ada di hadapannya.
Lihatlah,
hadits ini menunjukkan berbakti kepada orangtua lebih utama nilainya daripada
jihad fii sabilillah (berjihad/berperang di jalan Allah). Sementara kita tahu,
jihad fii sabilillahadalah jalan pintas menuju surga-Nya. Maka tentu saja
berbakti kepada orangtua akan mendapat balasan surga yang lebih baik.Perlu
diketahui pula, kemuliaan untuk orang yang berbakti kepada orangtuanya tidak
hanya saja diberikan kelak di akhirat, namun juga sudah ditampakkan sejak di
dunia. Hal ini bisa dilihat dari kisah Uwais Al-Qarni, seorang Muslim dari
Yaman yang sangat taat dan berbakti kepada ibunya.
Uwais belum
pernah berjumpa dengan Rasulullah, namun karena begitu berbaktinya dia kepada
orangtuanya, sehingga Allah mencintai dia, dan kecintaan kemuliaan Uwais sampai
ke telinga Rasulullah. Tapi suatu saat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu
bertutur bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Telah
datang ke negeri ini Uwais Al-Qarni, dari desa atau kabilah Murad dan Qaran.
Semula ia terkena penyakit belang, lalu sembuh. Ia sangat mencintai dan
berbakti kepada ibunya. Kalau bersumpah dan berdoa kepada Allah pasti
dikabulkan. Jika kalian mau, mohonlah kepadanya, agar ia memintakan ampun buat
kalian.” (HR. Muslim).
Bayangkan,
sahabat sekelas Umar diberikan anjuran untuk memuliakan seorang Uwais Al-Qarni.
Seorang Muslim yang belum pernah beliau temui dan belum pernah sekalipun turun
ke medan jihad. Tetapi, inilah satu bukti bahwa siapa yang benar-benar berbakti
kepada ibu bapaknya, kemuliaan adalah pakaian yang layak disandangnya.
Secara logika,
boleh jadi kita tidak disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
sebagaimana Uwais telah disebutkan dihadapan para sahabat utama sebab
Rasulullah telah meninggalkan kehidupan fana ini. Tetapi, bukan tidak mungkin
Allah Ta’ala akan mencatat siapa saja yang berbakti kepada Orangtuanya sebagai
seorang Muslim yang dibanggakan di hadapan para malaikat-Nya, Insya Allah.
Dengan
demikian sungguh indah balasan atau keutamaan dari berbakti kepada kedua
Orangtua. Sayangnya, banyak manusia yang melalaikannya. Padahal, ridha Allah
Ta’ala ada pada ridha ibu dan bapak. “Keridhaan Allah seiring dengan/dalam
keridhaan ibu bapak, dan kemurkaan-Nya seiring dengan/dalam kemarahan ibu
bapak.” (HR. Turmudzi).
Jadi, berbaktilah kepada
Orangtua dengan sebaik-baiknya. Niscaya ridha Allah Ta’ala adalah balasan
utamanya. Paling tidak, jangan pernah sampai lupa untuk mendoakan keduanya kala
kita berdoa(QS. 17: 24).Wallahua’lam.*/ Imam Nawawi, diambil dari al-Qalam.






0 komentar:
Posting Komentar