Senin, 01 Desember 2014

Kemualian Bagi Anak yang Berbakt


Oleh : Hilda Carella 
BERBAKTI kepada keduanya merupakan perintah utama ajaran Islam. Allah Ta’ala sampai mengulang-ulang perintah ini di dalam Al-Qur’an setelah perintah mentauhidkan-Nya:
وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakmu.” (An-Nisa [4]: 36).
Semakin dewasa maka semakin banyak pula tugas yang di amanahi pada kita. Namun jangan sampai amnah itu membuat kita lalai akan mereka orang tua yang selama ini merindukan dan menantikan kedatangan kita. Untuk teman-teman semua yang mungkin tiap pulang kuliah tidak dapat bertemu dengan orang tuanya karna jarak yang memisahkan dan pendidikan yang harus ditempuh menjadikan benteng besar untuk dapat berjumpa langsung. Bagi yang bisa berjumpa langsung maka peluang besar kalian untuk dapat berbakti kepada mereka. Pernahkah kita merenungkan wajah-wajah layu mereka yang lelah bekerja demi anak-anaknya. Siang malam tak kenal waktu selalu mencari nafkah karena perintah Sang Maha Pencipta, tapi mengapa kita belum menyadari pengorbanan yang mereka lakukan bagi kita ? masih saja kah kita bersenang-senang dengan pakaian yang sering kita beli, dengan gaya hidup mewah dengan teman-teman, pergi ke mall dengan tujuan strata sosial lux, gaya hidup mewah anak muda jaman sekarang ?, seharusnya kita mampu merasakan jerih payah mereka dengan belajar giat, tidak malah menyia-nyiakan kepercayaan mereka. Apalagi kita jarang sekali menyapa mereka karna kesibukan kita baik urusan pribadi, kuliah ataupun organisasi. Padahal kita bisa membuat jadwal minimal sehari sekali tiap malam menelfon atau sms mereka. Dan yang terpenting adalah mendoakan mereka setiap usai solat. Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan mereka kesehatan.
 Ayah Ibu mungkin kami belum dapat membalas semua yang telah kalian curahkan selama ini pada kami, kasih sayang dan materi. Hingga kapan pun dan sebanyak apapun yang kami berikan pada kalian tidak mungkin mampu membayar apa yang telah kalian berikan, bahkan setetes pun tak dapat. Untuk itu mulai detik ini niat kan dalam hati bahwa kita akan berbakti pada mereka. Kita tentu lebih mengetahui cara berbakti pada orang tua kita masing-masing, bisa dengan beragam cara asalkan tidak melanggar aturan dan perintah Allah SWT.
Keutamaan Berbakti Kepada Orangtua
Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhupernahbertanya kepada Rasulullah tentang perbuatan apa yang paling disenangi oleh Allah.
Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua ibu bapak.”
Lalu dia bertanya kembali, “Kemudian apalagi ya Rasulullah.”
Beliau menjawab, “Berjuang di jalan Allah.”
Artinya, siapa berbakti kepada Orangtuanya dengan sebaik-baiknya, maka jelas surga ada di hadapannya.
Lihatlah, hadits ini menunjukkan berbakti kepada orangtua lebih utama nilainya daripada jihad fii sabilillah (berjihad/berperang di jalan Allah). Sementara kita tahu, jihad fii sabilillahadalah jalan pintas menuju surga-Nya. Maka tentu saja berbakti kepada orangtua akan mendapat balasan surga yang lebih baik.Perlu diketahui pula, kemuliaan untuk orang yang berbakti kepada orangtuanya tidak hanya saja diberikan kelak di akhirat, namun juga sudah ditampakkan sejak di dunia. Hal ini bisa dilihat dari kisah Uwais Al-Qarni, seorang Muslim dari Yaman yang sangat taat dan berbakti kepada ibunya.
Uwais belum pernah berjumpa dengan Rasulullah, namun karena begitu berbaktinya dia kepada orangtuanya, sehingga Allah mencintai dia, dan kecintaan kemuliaan Uwais sampai ke telinga Rasulullah. Tapi suatu saat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu bertutur bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Telah datang ke negeri ini Uwais Al-Qarni, dari desa atau kabilah Murad dan Qaran. Semula ia terkena penyakit belang, lalu sembuh. Ia sangat mencintai dan berbakti kepada ibunya. Kalau bersumpah dan berdoa kepada Allah pasti dikabulkan. Jika kalian mau, mohonlah kepadanya, agar ia memintakan ampun buat kalian.” (HR. Muslim).
Bayangkan, sahabat sekelas Umar diberikan anjuran untuk memuliakan seorang Uwais Al-Qarni. Seorang Muslim yang belum pernah beliau temui dan belum pernah sekalipun turun ke medan jihad. Tetapi, inilah satu bukti bahwa siapa yang benar-benar berbakti kepada ibu bapaknya, kemuliaan adalah pakaian yang layak disandangnya.
Secara logika, boleh jadi kita tidak disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana Uwais telah disebutkan dihadapan para sahabat utama sebab Rasulullah telah meninggalkan kehidupan fana ini. Tetapi, bukan tidak mungkin Allah Ta’ala akan mencatat siapa saja yang berbakti kepada Orangtuanya sebagai seorang Muslim yang dibanggakan di hadapan para malaikat-Nya, Insya Allah.
Dengan demikian sungguh indah balasan atau keutamaan dari berbakti kepada kedua Orangtua. Sayangnya, banyak manusia yang melalaikannya. Padahal, ridha Allah Ta’ala ada pada ridha ibu dan bapak. “Keridhaan Allah seiring dengan/dalam keridhaan ibu bapak, dan kemurkaan-Nya seiring dengan/dalam kemarahan ibu bapak.” (HR. Turmudzi).
Jadi, berbaktilah kepada Orangtua dengan sebaik-baiknya. Niscaya ridha Allah Ta’ala adalah balasan utamanya. Paling tidak, jangan pernah sampai lupa untuk mendoakan keduanya kala kita berdoa(QS. 17: 24).Wallahua’lam.*/ Imam Nawawi, diambil dari al-Qalam.

0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com