TAMPILAN BEDA PELANTIKAN ORMAWA FIK

TAMPILAN BEDA PELANTIKAN ORMAWA FIK

Rokok dalam Pandangan Islam dan Kesehatan

Rokok dalam Pandangan Islam dan Kesehatan

Surat Kecil untuk Angeline

Surat Kecil untuk Angeline

Rabu, 15 April 2015

Sepi



Hari hari yang sepi
Sunyi sepi yang ku rasakan akhir-akhir ini,
 tak ada yang bisa membuat q bahagia lagi,
 semuanya sudah lenyap seperti angin lalu yang hanya membawa kabur semua yang indah sekarang menjadi gersang.
 Ya Tuhan apa yang bissa membuat hari-hariku seperti ini,
 apa ini karma untuk ku?
 Apakah mungkin semua masa lalu ku hanya sebatas mimpi kahyalan  yang singgah dihati ku ini?
 Aku tak tahu apa yang bisa mengubah hari-hariku seperti dulu lagi.
 Sahabat yang dulu menemaniku,
 sekarang lenyap begitu saja,
 senyum darinya pun tak pernah ku lihat lagi,
 sekarang hanya tetesan air mata yang selalu membasahi pipiku,
 seandainya masa itu aku tak cerobaoh mungkin gak akan seperti yang ku alami saat ini. Entah apa yang bisa ku terima saat ini,
 ataukah sedih ataupun senang.


                                                                                                                                Oleh: Ilma Qurrota Ainana

Selasa, 14 April 2015

Gadis Berjilbab Putih




GADIS BERJILBAB PUTIH
By Reni Octavia

Rangga adalah siswa baru SMA Bhakti utama yang baru saja pindah dari salah satu SMA favorit yang ada di Jakarta. Dia pindah karena mengikuti ayahnya yang sedang mengerjakan  sebuah proyek baru. Bisa dibilang rangga adalah cowok idaman perempuan. Namun bagi rangga menghabiskan waktu  dengan game lebih  menarik daripada harus  memikirkan cewek yang menurutnya hanya bisa membuat  susah hidupnya.  Di hari senin yang cerah  adalah hari pertama rangga masuk SMA Bhakti utama . dia masuk di kelas A yang  merupakan kelas anak anak pintar dan rajin. Saat ia mulai memasuki kelas dan memperkenalkan diri, hampir seluruh cewek anak kelas A tertarik padanya.  Namun ada 1 wanita yang lebih tertarik pada buku matematikanya dibandangkan melihat paras tampan rangga. Dia adalah airin. Cewek berjilbab yang memiliki lesung pipit dan berkulit putih.airin sering mendapat rangking 1 dikelasnya. Semua guru heran dengan kepandaian cewek berlesung pipit ini.
            Pada hari rabu yang gelap karena awan tertutup  oleh mendung airin berusaha mengayuh sepedanya dengan cepat agar sampai di sekolah tanpa terjebak hujan dijalan. Karena hari itu jas hujan airin sedang dibawa temannya.  Namun  mendung sedang tidak bersahabat dengannya.  Hujan turun ketika airin sampai di sebuah halte bus, dan dia memutuskan untuk berteduh sebentar. Hari ini mungkin menjadi hari pertama sepanjang sejarah airin telat. Pukul 08.00 WIB hujan lumayan reda. Akhirnya airin memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke SMA. Tiba di SMA airin langsung lari dan memasuki kelasnya. Airin kena hukuman karena telat selama 2 jam .  dia disuruh berdiri didepan kelas sampai waktu istirahat tiba.saat istirahat tiba airin mengajak teman temannya untuk sholat dhuha di mushola. Saat perjalanan ke mushola gelang perak pemberian ibunya jatuh di depan perpustakaan . Saat rangga hendak menuju kelas dan melewati perpustakaan rangga melihat gelang berwarna putih yang tidak asing baginya. Awalnya rangga hanya membiarkan gelang tersebut, namun setelah dia sampai di dekat kelas rangga memutuskan untuk kembali  mengambil gelang tersebut. 
            Setelah airin sholat ia baru  sadar gelang pemberian ibunya hilang entah kemana. Dia bersama teman-temannya mencari gelang tersebut dengan mencarinya di sepanjang jalan menuju kelasnya. Airin sangat takut jika gelang tersbut  hilang. Namun saat airin sampai di perpus seorang cowok memanggilya . “ hei kerudung putih kamu lagi nyari apa ?” kata rangga. Namun airin tidak menyadari pertanyaan rangga ditujukan padanya. Sehingga rangga mengulangi perkataan tadi. Namun airin masih tidak menyadarinya .  hingga akhirnya shelly teman airin memberitahu kepadanya bahwa rangga memanggilnya. Dengan wajah tidak percaya airin bertanya kepada rangga .” yang kamu maksud itu aku?” rangga menjawab “ iya kamu jilbab. Kamu lagi nyari apa?” airin menjawab dengan suara lembutnya “ iya , aku sedang mencari gelang pemberian ibuku. Gelang itu sangat berharga bagiku.”  “ gelang jelek ini ini ?” jawab rangga sambil memberikan gelang itu kepada airin. “ iya, makasih sudah menemukan gelang yang berharga ini.  “ ucapan terimakasih itu terucap dari bibir airin yang ditujukanke rangga. Namun rangga tidak meresponnya dan sibuk dengan gamenya. Hal ini membuat teman teman airin kesal terhadap rangga yang menurut mereka sok cool. namun airin tidak pernah berpikiran seperti itu.
            2 hari lagi bulan penuh berkah dan bulan paling ditunggu tunggu oleh umat islam akan datang. Hampir semua murid berantusias menyambut datangnya bulan yang penuh berkah ini.  Sampai sampai airin serta teman temannya sudah merencanakan untuk buka bersama dengan anak yatim. Begitupun dengan kawan kawan yang lain, mereka sudah merancang kegiatan kegiatan religi di bulan ramadhan.
            Bulan ramadhan pun tiba, kali ini dapat dapat pulang lebih awal karena jam pelajaran dikurangi 10 menit setiap 1 pelajaran. Waktu pelajaran matematika airin termenung sejenak melihat jendela sambil membayangkan rencananya untuk buka bersama dengan anak yatim.  Sampai sampaidia tidak sadar kalau temannya sudah pulang dan hanya tersisa dia dan rangga. “ hei kerudung putih, kamu mau jadi penjaga sekolah ?” tanya rangga dengan raut muka meledek. “  astaghfirullah.... ini sudah pulang ya?? Kenapa aku keasyikan nglamun dan nggak tau kalau ini sudah waktunya pulang.. rangga aku pulang dulu ya ...” airin langsung mengambil tas nya dan segera meninggalkan kelas. Karena jam 4 sore nanti dia sudah mengadakan janji bersama teman temannya untuk buka besama. Jadi sesampainya dirumah airin langsung bersiap siap untuk bertemu dengan teman temannya di panti asuhan. Sesampainya disana , mereka dikejutkan sesuatu. Disana mereka melihat rangga sedang menghibur anak anak panti dengan memainkan gitar nya dan menyanyi bersama. Mereka heran karena selama ini rangga yang dilihat orangnya cuek namun ia juga memiliki jiwa sosial. Mereka hanya melihat rangga seolah masih tidak percaya terhadap rangga . tiba tiba rangga menoleh kebelakang dan memanggil airin  “ jilbab putih dan kawan kawan ngapain kalian disitu? “ airin dan kawan kawannya bergegas bergabung dengan rangga dan bernyanyi bersama sampai dikumandankannya adzan maghrib. Mereka sholat maghrib bersama di sebuah masjid dekat panti asuhan. Setelah sholat maghrib airin melantunkan beberapa ayat alqur’an dengan sangat merdu. Hingga semua orang terkesima atas bacaannya termasuk rangga. Sejak saat itu rangga selalu terngiang ngiang suara merdu lantuanan ayat ayat suci alquran . hingga sedikit demi sedikit perasaan suka terhadap airin muncul. Rangga tidak mau perasaan itu berkembang menjadi sebuah cinta, namun bagaimanapun perasaan suka dan cinta tidak bisa dipaksakan . setiap rangga melihat airin tersenyum manis dengan lesung pipit menghiasi pipinya hati rangga berdebar debar. Semenjak bertemu airin rangga yang sebelumnya belum pernah mengerti rasanya jatuh cinta kini dia mengerti akan artinya cinta.
            28 hari berlalu, hingga malam yang ditunggu tuggu setelah berpuasa 1 bulan penuh pun datang. Saat itu rangga mengajak airin untuk pergi ke masjid dekat panti asuhan untuk takbiran bersama. sebenarnya dia telah merencanakan untuk  memberikan kejutan sekaligus menyatakan perasaannya. Waktu menunjukan pukul 22.00 WIB. Airin suah ingin pulang karena sudah terlalu malam. hingga akhirnya rangga membujuk airin untuk tetap tinggal bersamanya sebentar karena ada sesuatu yang ingin disampaikan. “airin selama ini aku belum pernah ngerasain apa itu yang namanya cinta namun setelah aku bertemu denganmu entah kenapa ada perasaan yang muncul. aku suka sama kamu jilbab putih maukah kamu menjadi seseorang yang spesial dihatiku?” ucap rangga. Airin terdiam sejenak karena syok. Namun akhirnya dia juga mengungkapkan isi hatinya. “rangga sebenarnya aku juga mengagumimu, namun dalam agama islam pacaran itu tidak diperbolehkan. Lebih baik kita bersahabat dulu saja. Jika kita berjodoh pasti akan bertemu kok. Rangga aku pamit pulang.” Rangga hanya tersenyum dia makin cinta kepada airin karena memiliki sfat yang bijaksana. Dan akhirnya mereka rangga menunggu airin untuk dinikahinya karena tak ada yang bisa menggantikan airin dihati rangga. Begitupun airin, hanya ada 1 orang dihati airin yaitu rangga.

Senin, 13 April 2015

Akhir Cerita Cinta




Akhir Cerita Cinta

Guliran ombak menerpa kakiku bersamanya. Mendendangkan lagu kasih tentang kita berdua. Sinar surya tenggelam bersama heningnya malam. Seraya kulihat mentari menutup usianya di senja kesorean pantai Senggigi. Serasa begitu indah melewatkan sun set bersama sang pujaan hati.
“Ayo pulang Dha… “ kataku serambi mengulurkan tangan dengan tujuan agar Werdha cepat berdiri.
“Ah, gak mau Rima, masih asik disini” kata Werdha sambil mencubit pipiku yang tembem.
“Ayolah Dha dah sepi.” kataku merengek sambil memegang tangan Werdha
“Iya kita pulang “ jawabnya lesu, lemah dan letih.
Malamnya Werdha mengirimkan sebait puisi untukku. Dengan riang gembira kubuka pesan dari my knight. Sebuah puisi yang indah dan romantic.

Dear Arima Ar-Rafiq
Sinar berlian mentari
Menyeruak sejuk di lubuk hati
Angin sore nan panjang
Datang pergi indah di pandang
Disini kusendiri
Menanti Arima datang kemari
Menanti cinta yang takkan bisa berlalu
Membawa kenangan yang selalu menyatu
Kuyakinkan janji demi sang dewi
Untuk selalu menemani
From : Werdha Al Faruq

Kubawakan seutas senyum demi sang ksatria. Senyum untuk sang pacar. Dan selalu tersenyum.
“Anak Mama kok senyum sendiri?” tanya Mama diujung pintu sambil membawakan sebuah apel.
“Ah Mama kagetin aja dech. Kan Rima lagi seneng Ma?” jawabku dengan malu dan langsung menyamber apel bawaan Mama.
“Oo gitu, kalau seneng tidak cerita tapi kalau sedih langsung nangis dipelukan Mama.” jawab Mama sambil duduk di kasurku.
“Bukan gitu Ma, tapi memang lagi males cerita.” jawabku lugas sambil memeluk Mama.
“Iya Mama mengerti. Kalau begitu cepetan tidur ya?”
“Ok Ma.” jawabku sambil menutup pintu kamar.
Kubuka jendela kamar dimana angin pagi menyeruak dan menyejukkan seisi kamar. Badan yang lemas menjadi segar kembali melihat mentari tersenyum indah menyapaku. Keinginan melewati hari untuk bersama dengan Werdha musnah sudah. Werdha sibuk bekerja di Industri Mesin. Susah memang memiliki pacar yang sibuk dimana harus mengatur antara kuliah, kerja, keluarga, dan pacar. Tapi Werdha selalu ada untukku. Walaupun tidak bisa bertemu setiap hari. Kadang rasa rindu datang menyelimuti hati tetapi harus bagaimana lagi aku harus berfikir bahwa Werdha bekerja juga untuk aku kelak nanti. Walaupun sudah berpacaran setahun lebih tapi tak ada rasa bosan dihatiku.  Kubuang rasa sedih sejauh mungkin. akhirnya aku membantu Mama membuat rangkaian bunga untuk hiasan rumah.

Pagi berganti siang, siang berganti sore. Setelah sore melebur bergulirlah malam. Dimana malam ini begitu special. Kutunggu kedatangan Werdha di tepi pantai dengan menikmati buliran air pantai yang asin dan dingin. Tak lama kemudian Werdha datang membawakan bunga mawar merah yang indah.
“Ini mawar merah buat my fairy” katanya dengan gaya yang begitu mesra
“Thanks for my love knight” kataku membalas dan kuayunkan tangan beranjak mencubit hidungnya.
“Arima, aku pengen ngomong.” katanya sambil memandangku dengan wajah lugu.
“Iya ngomong aja Knight.” balasku dengan membalas pandangannya serambi melontarkan kerikil kecil kea rah pantai.
“Aku ingin mengikuti rekrutmen jadi pekerja pabrik mobil di Jepang. Apakah kamu mengijinkan aku jika aku diterima dan bekerja di Jepang?” katanya sambil melihat bulan sabit di langit.
“Tentu saja aku mengijinkanmu, Bukankah ini impianmu. Dan sekarang impianmu akan menjadi kenyataan. Aku support selalu knight” jawabku yakin dan memndangnya serta mengerlingkan mataku pertanda aku sangat setuju.
“Walaupun nanti aku jadi ke Jepang aku selalu disampingmu fairy.” jawabnya dengan mencubit hidungku.
“Asalkan kamu selalu jaga cinta kita, aku selalu menunggumu disini.” jawabku dengan nada rendah dan menundukkan kepalaku.
“Aku takkan mengecewakanmu. Aku janji” jawabnya dengan mengangkat wajahku agar aku tahu bahwa dia begitu yakin.

Setelah aku berada dikamar, aku menangis akankah aku kuat ditinggal kekasih apabila dia diterima untuk bekerja di Jepang. Aku berfikir keras dan aku duduk termangu diatas balkon sambil melihat bintang berkilauan. Kuhapus seribu air mataku dan aku berfikir bahwa ini jalan terbaik, aku yakin dia bisa menjaga cinta ini. Akhirnya kuterlelap di heningan malam.

Seminggu kemudian aku bertemu dengan Werdha ditepi pantai Senggigi. Kulihat muka Werdha begitu kusam dan tak bersemangat sedikit pun.
“Kamu kenapa Werdha?” tanyaku dengan mimic wajah yang bingung sambil memegang wajah Werdha “Enggak kok, aku gak kenapa-napa.” jawabnya dengan santai sambil menurunkan tanganku dari wajahnya.
“Sini cerita Werdha katanya hari ini pengumuman. “ tanyaku pengen tahu dengan membuka botol air minum.
“Aku ketrima kerja di Jepang. “ jawab Werdha dengan biasa sembari mengambil botol air minum di pasir.
“Horeeee. Loh, seharusnya kan kamu seneng Werdha, tapi kenapa kamu malah kusut kayak gini. “ jawabku bingung sambil memandangi wajahnya yang tampan.
“Tetapi ada satu persyaratan yang harus kulakukan, yaitu menikah. Di surat tertulis bahwa yang diterima bekerja di Jepang harus menikah dalam jangka waktu 1 bulan sesudah hari ini. Apa kamu mau menikah denganku dalam tempo waktu yang begitu cepat.” Werdha menjawab dengan tatapan kosong kearah laut lepas.
Aku terdiam sambil berjalan kearah pantai yang ombaknya meriuk kegirangan. Aku menatap pohon kelapa yang melambai di kejauhan tak tahu apa yang harus kukatakan dengan Werdha.
“Bicarakan dulu dengan kedua orangtuamu. Aku tidak bisa menikah denganmu secepat itu, aku masih kuliah semester 6 dan aku diwajibkan untuk tidak menikah sebelum aku lulus S1. “ jawabku menangis dan melemparkan kerikil tajam ke pantai.
“Iya aku tahu, dan jika semua seperti ini aku memilih untuk terus bersama cintamu tanpa harus pergi ke Jepang walaupun itu impian hidupku. Tapi bersama cintamu itulah mimpiku yang sebenarnya. “ balasnya dengan memandang kearahku.
“Jangan berkata seperti itu kuserahkan semua keputusan kepadamu. Kamu sudah dewasa kamu bisa memilih mana yang pantas untuk dirimu. Aku mendoakan yang terbaik untukmu.” jawabku  dengan memegang erat tanganya guna untuk meyakinkan dirinya dan aku pergi dengan tatapan wajah yang penuh haru.
Dijalan aku menangis tak karuan, angin laut selaksa mengejekku. Aku tak peduli atas nyanyian angin itu. Aku hanya ingin menangis dan menangis. Kudendangkan lagu sedih di mobilku. Agar aku tak begitu sedih memikirkan ini. Akankah aku harus berpisah dengan Werdha untuk selamanya.
Pagi ini ku tak semangat sedikitpun, tak ada gairah untuk melakukan aktifitas, tapi aku harus semangat karena hari ini aku harus menjemput Papaku yang datang dari Spanyol. Akhirnya aku dan Mama bergegas dan kutancapkan gas pada mobil Toyota Rush milikku, kuhapus kesedihanku, dimana aku harus menemani Mama menjemput Papa karena aku adalah anak semata mayang mereka, jadi harus mau mengantar Mama kemana saja walaupun ada sopir dirumah. Tapi Mama lebih merasa nyaman denganku.



Lima belas menit menunggu. Ternyata Papa tampak dari kejauhan. Papa yang selalu kurindukan dan kubanggakan.
“Pappaaa……” teriaku dengan berlari mendekati papa dan mencium pipi Papa.
“Anak Papa sudah dewasa ternyata, cantik dan pintar anak Papa ini” jawab Papa sambil mencubit pipiku
Selesai makan siang bersama,kami sampai dirumah dan aku langsung membantu Papa menurunkan kopernya. Aku langsug meminta oleh-oleh dari Papa, dan Papa langsung memberikan aku jaket dari wol asli Spanyol, sepatu boot yang lucu dan aneka pernak pernik asli Spanyol lainya. Setelah kuucap terima kasih untuk Papa aku langsung melaju keatas kamar.
Setelah 5 hari, akhirnya Werdha menelponku dan mengajakku untuk pergi ke pantai Senggigi. Akhirnya aku mandi dan berdandan setelah itu melaju kencang diatas jok Rushku. Kulihat Werdha duduk merenung di dekat pantai sembari melihat mentari yang mulai pergi ke peraduannya.
“Hai.. “ sapaku dengan wajah lucu dan duduk manis didekat Werdha.
“Hai juga. Aku langsung ngomong aja ya soal kemarin” balasnya dengan nada cuek seperi bebek yang tak dikasih makan.
“Oke.. “ jawabku setuju dengan mengerlingkan mataku ke pandangan Werdha.
“Setelah aku berunding dengan keluargaku dan setelah aku merenung, berikhtiyar, dan berdoa kepada-Nya, aku akan bilang kalau hubungan kita sampai disina saja. Ayahku menginginkan agar aku cepat menikah dengan Risa, (perempuan pilihan ayahku). Ayahku ingin aku segera ke Jepang. Sebenarnya aku tak ingin seperti ini tapi orang tuaku yang menginginkan itu dan ayahku berkata untuk memilih antara kamu dan keluarga. Aku tak bisa menolak ayahku dan aku harus meninggalkanmu. Maafkan aku. Mungkin ini adalah cobaan untuk kita jika kelak kita berjodoh kita pasti akan kembali.” jawabnya sambil menahan butiran air mata yang seakan tak mampu untuk dibendung.
“Jika ini yang terbaik untuk kita dan keluargamu aku coba untuk sanggup merelakanmu demi orang lain, walaupun mungkin membutuhkan waktu yang sangat amat lama. Aku coba untuk memahami semua ini. Terima kasih selama 1 tahun 4 bulan kamu selalu ada untukku.” jawabku dengan perasaan yang seolah runtuh.
“Jaga dirimu baik-baik ya? Aku selalu mengingatmu.” jawabnya dengan mengusap kedua air mataku dengan kedua tangan manisnya.
“I always beside you, my love knight” jawabku dengan memandang arah jauh kedepan serasa aku hanya sendiri tanpa cinta.
Malam ini tak ingin aku tidur, aku hanya ingin menangis dan ingin berlari jauh menghapus jejakmu. Tak ingin semua terjadi, mungkin ini adalah mimpi tapi setiap aku melirik waktu ini adalah kenyataan yang harus kuanggap kebenarannya. Aku terlelap tidur dengan sentuhan cinta yang akan pergi.
Seminggu kemudian. Pagi ini aku tak semangat sedikitpun. Jam 5.30 pagi aku buka laptop untuk membuka semua kenangan masa lalu, masa indah yang tak ingin tergantikan. Dan aku diajak bertemu dengannya lagi.untuk yang kedua kalinya sejak peristiwa itu. Aku menunggu cukup lama dengan mendendangkan lagu sedih untuk menemani kesendirianku.
“Ini untukmu.” Dia berbicara dengan nada gugup serentak membuyarkan lamunanku.
“Apa ini?” tanyaku tak mengerti dengan menatap kedua mata elangnya.
“Buka saja dirumah. Mungkin ini pertemuan terakhir kita sebelum aku pergi. Aku ingin kamu baik-baik disini, aku selalu mengingatmu. Dan aku selalu sayang padamu. Peluk aku untuk yang terakhir kalinya sebelum aku untuk orang lain.” jawabnya dengan memeluk tubuhku dan menangis sebisanya.
“Terima kasih untuk semuanya. Yang sudah kamu berikan kepadaku. Semoga kamu bahagia disana. Disini aku menyayangimu. “ jawabku dengan perlahan meninggalkannya.
 Sesampai rumah kubuka bingkisan tersebut. Tak sangka aku mendapat undangan pernikahan. Kubuka perlahan dengan perasaan hambar.
Hatiku gundah untuk memilih antara datang atau tidak. Kalau datang tak kuasa melihatnya bersama orang lain, jika tidak ini adalah pertemuan terakhirku. Kumantapkan hati untuk datang ke acara pernikahanya. Aku dandan sebiasa mungkin. Dan aku berangkat dengan hati terasa hambar tanpa pacar.
Aku pulang dengan perasaan senang bercampur sedih. Sedih karena aku harus hidup sendiri tanpa cinta dari dirinya. Dia sudah bahagia bersamanya. Bahagia bersama cinta barunya. Aku turut bahagia atas pernikahanmu.
Seminggu kemudian Werdha terbang menuju ke Jepang, dan aku hanya terbaring dirumah karena aku merasakan sakit yang teramat sangat didada. Dan ternyata dia menitipkan bungkusan indah berwarna merah tua lengkap dengan bunga mawar diatasnya. Malam itu langsung kubuka bungkusan itu.
Di dalam  bungkusan tersebut terdapat jam tangan, bunga mawar, foto, puisi dan secarik kertas. Kubaca secara perlahan kertas tersebut.
Dear Arima
Saat kau baca surat ini mungkin aku sudah  merasakan cinta yang baru di kota Sakura. Aku tak merasa bahagia hidup bersamanya. Disini aku mengingatmu. Kucoba untuk perlahan mencintainya tapi tetap tak bisa. Setiap saat aku mengingatmu. Mengingat cinta kita yang dulu, aku tak kuasa melihatmu hidup sendiri tanpa kasih dan sayang dariku. Tapi aku merasakan yang sama, aku butuh cinta darimu. Tapi aku coba untuk mencintainya dan tulus hidup bersamanya. Jangan pernah kau lupakan kenangan kita, kirim surat untukku jika kau merasakan rindu yang tak tergantikan. Aku tetap mencintaimu. Hanya ini yang bisa kuucapkan :
Sayang sudahlah berakhir semua
Cerita kita yang dulu indah terasa
Jangan kau teteskan air mata
Mungkin inilah jalan untuk kita berdua

Sudah tak perlu engkau sesali
Semua ini tak akan berubah

Kenanglah aku kapanpun engkau mau
Simpan diriku bila masih hatimu
Andaikan api cinta datang kembali
Akan ku sanjung engkau di dalam hatiku

Luka ini memang perih
Tapi kita pernah mencobanya
Biarkan saja cerita ini
Mendewasakan kau dan aku


Your love
Knight

Perlahan tetesan air mata membahasi pipiku. Dimana aku sangat membutuhkannya,  membutuhkan cinta darinya disaat aku terpuruk seperti ini. Akhirnya aku pergi ke pantai Senggigi dimana disana semua kenangan terbungkus indah. Aku ingin mengingat kenangan yang lalu, kenangan bersama cinta dan rindunya dimana aku harus hidup sendiri disini. Tapi aku bahagia keluarga kecilku sangat menyangiku dan selalu mensuport aku diamanapun aku dan kapanpun.
“Ehm sore yang indah…” gumamku sambil mendekat ke bibir pantai.
Akhirnya aku duduk disebuah bibir pantai dimana ombak meriuk di kakiku dan kepiting yang terburu-buru pulang di paraduannya. Kudendangkan lagu dimana lagu itu mengekspresikan kesedihanku sekarang. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk membawa rasa sedihku hilang dari hidup ini.
Sejak dia pergi dari hidupku kumerasa sepi
Dia tinggalkan kusendiri disini
Tanpa satu yang pasti
Aku tak tahu harus bagaimana
Aku merasa tiada berkawan
Selain dirimu selain cintamu
Kirim aku malaikatmu
Biar jadi kawan hidupku
Dan tunjukkan jalan yang memang kau pilihkan untukku
Kirim aku malaikatmu
Karenaku sepi berada disini
Dan didunia ini aku tak mau sendiri
Hanya lagu itu yang bisa mengisyaratkan perasaanku selama ini. Dimana aku berfikir bahwa Werdha pasti tak bahagia tapi aku hanya bisa berdoa agar Werdha bisa mencintai Risa melebihi cinta Werdha kepadaku. Dimana aku harus tetap bertahan dan harus tetap semangat. Senja telah datang, dan aku ingin cepat-cepat pulang rasanya tak mampu melihat pantai ini, ada kekuatan sihir yang sekejap saja masuk dihatiku. Dan rasanya aku ingin kembali ke pelukan orang tuaku.
Sesampai dirumah, aku dihadapkan dengan keluarga besarku yang menginginkan aku untuk melanjutkan kuliah di University of Spanyol. Agar aku tidak terus bersedih dan akhirnya aku menyetujui. Ku tinggalkan kota Lombok dan Pantai Senggigi dimana semua kenangan terukir indah di lubuk pantai yang amat elok.
           

Seminggu kemudian kupersiapkan koper yang besar untuk membungkus semua bajuku, karena besok aku akan terbang ke Spanyol dan meninggalkan kota tercintaku.
Kutuliskan sebait kata di kertas berwarna biru muda, lalu kumasukkan kedalam botol lucu dan akan kualirkan ke pantai yang berada di kota Spanyol. Aku ingin agar kenangan bersamanya bermuara di samudra indah agar aku bisa melupakannya.
“Pa, jaga pantai Senggigi ya? Arima kan lama di Spanyol” kataku dengan menhentikan kunyahan roti di mulutku.
“Iya Papa dan Mama akan menjaganya.” Jawab Papaku dengan tersenyum.
“Jika nanti Arima sudah pergi dan Werdha kembali, salam sayang untuk Werdha ya Pa?”  gumamku dengan tersenyum.
“Iya sayang.” balas Papaku dengan mencubit kedua pipiku.
Setiba di Bandara aku langsung memberi  hormat tersayang untuk keluargaku. “Salam rindu buat Mama dan Papa. Daaaaaa Pa Ma.” jawabku setengah berlari karena terburu waktu.
Saat aku mulai merasakan kepergian pesawat, fikiranku melayang jauh dimana rasanya aku akan meninggalkan hidup ini untuk sementara. Rasanya hari ini begitu pendek dalam hiduku. Dan akhirnya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Kring telepon rumahku berdering.
“Benar ini rumah Bapak Andre Arif Ar Rafiq”
“Iya benar, ada apa ya?” jawab Mamaku dengan gugup sambil melirik ke Papaku.
“Anak anda yang berwarna Arima Ar Rafiq meninggal dalam kecelakaan pesawat Sinaga jurusan Nusa Tenggara Spanyol. Arima meninggal di pesawat saat pesawat jatuh di Laut Cina Selatan.” jawab oraang ditelepon itu.
“Mama hanya bisa berteriak histeris dan jatuh pingsan.”
Sesaat kemudian.
“Nyonya di kamar mbak Arima terdapat sebungkus surat.” jawab Ima pembantu dirumahku.

Sesaat Mama dan Papa langsung membuka surat itu.
Dear my love parents
Pa, Ma, mungkin ini terakhir Arima bertemu Mama dan Papa. Arima akan baik saja di alam sana Ma. Arima membutuhkan ketenangan. Terima kasih atas seluruh perhatian Mama dan Papa ke Arima. Hanya terima kasih yang dapat Arima ucapkan. Ini batin Rima dimana Rima merasakan bahwa hidup Rima hanya sebentar. Pa Rima minta maaf jika Rima mempunyai salah dengan Mama dan Papa. Percaya Ma, Rima baik disini. Rima akan selalu disamping Mama walau alam kita beda Ma. Rima ucapkan terima kasih atas semua yang Mama dan Papa brikan. Belum sempat Rima bisa membahagiakan Papa, Rima sudah dipanggil. Dan Rima yakin Mama pasti akan mengandung adik Rima 2 bulan lagi. Smpai jumpa Pa, Ma. Tinggalkan Rima untuk menikmati hidup yang lebih indah. Rima selalu disamping Mama dan Papa. Salam untuk Werdha Pa, Ma. Rima baik disini .Dada Papa, Mama dan adik kecilku. Thanks for all to my lovely parents..
With my love
Almh. Arima Ar Rafiq
Di Jepang disebuah rumah indah, Werdha mendapatkan surat bahwa Arima Ar Rafiq telah meninggal dunia  lima hari yang lalu. Akhirnya Werdha menelpon Mamaku dan mengucapkan bela sungkawa dan permintaan maaf bahwa tidak bisa pulng ke Indonesia karena tidak mendapatkan cuti.
Dua minggu kemudian saat Werdha dan Risa sedang berlibur ke pantai ternama di kota Hokaido. Saat dia menginjakkan di pasir putih yang penuh gurauan ombak. Dia menemukan botol lucu besar dan didalamnya terdapat kertas biru dan beberapa foto. Botol tersebut menyentuh kakinya. Dengan penasaran akhirnya Werdha dan Risa membuka botol tersebut.
Senin, 28 February 2011
Werdha ini surat terakhir untukmu sebelum aku pergi untuk selamanya. Bahagiakan Risa lebih seperti kau membahagiakanku dengan cinta dan kasihmu. Aku akan bahagia disini jika kau hidup bahagia bersama Risa. Cintamu akan selalu ku ukir disini tapi tinggalkanlah cintaku dan perbarui cintamu yang lebih dari cintamu padaku. Kasih cinta abadimu untuk Risa seorang. Disini aku merindukanmu.  Jika kau ke Lombok jangan lupakan kenangan kita, dimana kita selalu bersama di pantai tersebut. Dimana kau selalu mengajakku melihat indahnya mentari terbenam. Dimana kita selalu berkata indah tentang cinta kita. Lupakan cintaku untukmu, tapi tak kan kulupakan cintamu untukku. Bilang ke pantai tersebut bahwa aku telah bahagia di alam sini. Cintamu dan bahagiamu untuk Risa bukan untukku. Jangan kau sia-siakan Risa karena Risa akan membuatmu hidup lebih bermakna lagi. Masukkan lagi foto dan surat ini ke botol itu biar kenangan kita mengalir apa adanya dan entah dimana berhentinya. Jika kau rindukan aku, ambilah air pantai ini karena aku akan selalu datang untukmu. Cintaku selalu untukmu  Werdha Al Faruq. Lihat bintang di langit Hokaido itu aku akan bersemayam disamping bintang itu. Thanks to you that you give me the true love but give the eternal love to your wife.

Arima Ar Rafiq dan seluruh kenangan kita. 
Akhirnya Werdha dan Risa hidup bahagia dengan cinta dak kasih sayang yang abadi.
2 bulan kemudian. Akhirnya Mama mengandung adik Arima dan tepat seperti di di surat Arima sebelum meninggal.
Dan akhirnya Mama dan Papa bahagia dengan adik kecilku.

Created by : Yessie Finandita Pratiwi

         
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com