Jumat, 10 April 2015

Cerpen : Cermati Sekitarmu Sebelum Mengambil Tindakan



Cermati Sekitarmu Sebelum Mengambil Tindakan

Oleh : Fitri Weliya

Siang ini, matahari rasanya seperti tepat berada di atas kepalaku. Aku dapat merasakan panasnya sinar matahari dari celah-celah udara di ruang kelasku. Aku menoleh ke arah jendela kaca dan melihat sinar matahari yang terik menembus kaca. Aku duduk terdiam di bangku pojok paling belakang sambil mendengarkan guru yang sedang menjelaskan Teori  Hukum Newton I tentang gaya. Harus ku akui, aku sangat jenuh dan ingin sekali rasanya masuk ke dalam lemari pendingin sekedar untuk mendinginkan tubuhku. Bukan hanya itu, lapar dan  haus membuatku jadi tidak berkonsentrasi. Oh Tuhan, aku sangat berharap Pak Satmo segera menekan tombol bel istirahat agar aku dapat berlari ke kantin dan membeli makan siang.
Beberapa menit kemudian, bel istirahat berbunyi dengan kencang. Aku langsung menutup semua buku dan menyambar tasku untuk mengambil alat sholat dan dompet. Aku bersama teman-teman berjalan menuju musholla terdekat untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur. Dinginnya air yang kubasuhkan ke seluruh muka membuatku merasa segar kembali. Ah, air wudhu ini benar-benar menyejukkan.
Kantin Pak Soleh adalah tujuan utama melepas lapar dan dahagaku bersama lima orang teman dekatku. Aku, Lintang, dan Ayu memesan soto ayam yang menjadi menu favorit kami disini. Sedangkan Ade, Intan, dan Made memesan batagor pedas. Saat kami sedang makan, tiba-tiba Lintang mengutarakan keinginannya untuk menonton “Ketika Cinta Bertasbih 1” yang sedang diputar di cinema21. Keinginan Lintang ini langsung disambut antusias oleh teman-temanku yang juga sangat penasaran dengan film romantis islami tersebut. Setelah melewati perbincangan yang lumayan panjang dan hampir saja membuat kami lupa bahwa setelah istirahat ini berakhir, akan ada kelas matematika yang diisi oleh Ibu Idayati yang dikenal disiplin dan tidak mentolerir murid yang telat, kami pun mendapatkan suatu kesepakatan. Alhasil, kesepakatan kami adalah kami akan menonton “Ketika Cinta Bertasbih 1” pada hari Sabtu depan jam 16.00 WIB di Cinema21 Hypermart.
Hari sabtu yang telah kami tunggu, kini datang. Aku berangkat ke sekolah dengan perasaan bahagia karena membayangkan sore ini akan pergi bersama teman-teman. Sebelum berangkat ke sekolah, aku juga telah meminta izin pada orangtuaku untuk bermain bersama teman-teman. Sekarang, aku berharap jarum jam bergerak cepat menuju pukul 16.00 WIB. Aku tidak sabar ingin melihat film yang akan di putar nanti.
Aku bersama teman-temanku memasuki ruang teater 3. Kami berjalan menuju bangku F dan segera mencari posisi kami sesuai dengan nomor bangku yang tertera di tiket masuk. Sebelum film diputar, aku menyempatkan diri untuk melihat sekelilingku. Kebanyakan dari penonton adalah remaja seperti halnya aku dan teman-teman.
Tepat pukul 16.00 WIB, film diputar. Kami menonton film dengan tenang dan sesekali tertawa karena ada bagian-bagian dalam film yang lucu. Aku bersama teman-teman menonton film hingga selesai. Di luar teater, kami pun langsung membuka perbincangan mengenai film yang telah kami lihat tadi. Berbagai komentar dan tanggapan dari teman-teman mengenai film ini membuat obrolan kami jadi menarik.
Ditengah-tengah perbincangan, aku merasa ingin sekali buang air kecil. Aku yang tidak tahan ingin buang air kecil, langsung berlari menuju toilet yang telah disediakan dan tidak memperhatikan sekitar. Setelah selesai buang air kecil, aku segera keluar dari bilik toilet dan mulai merapikan diri di depan wastafel. Aku terkejut melihat ritsleting rok  yang sekarang ku pakai terbuka. Refleks, aku menarik ritsleting itu ke atas dengan  kencang dan tidak memperhatikan sekitar. 
Rasanya ingin sekali aku terbang atau hilang dalam sekejap setelah melihat ternyata diruangan itu bukan hanya ada aku, tapi juga banyak orang. Mereka melihat dengan jelas perbuatanku tadi dan sesekali membuang muka menahan tawa. Dan yang membuatku memilih lebih baik jadi semut yang tidak terlihat adalah ketika aku tahu bahwa pintu toilet itu berhadapan dengan ruang teater 4. Aku tahu,didepan ruang teater 4 itu banyak pengunjung yang ingin mengantri masuk toilet dan sudah pasti melihat perbuatanku. Setelah beberapa menit termenung, akhirnya aku kembali sadar dan segera saja aku berjalan cepat tanpa menoleh. Kali ini, aku berharap tidak ada yang mengenalku.
Aku menceritakan kejadian ini kepada teman-temanku. Alhasil, bukannya mendapat sedikit ketenangan, aku malah jadi bahan lelucon. Yah, harusnya aku simpan sendiri saja yaaa hehehe...

0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com